Dombos, Potensi Peternakan Wonosobo

Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo (empat dari kiri), memberi arahan kepada peternak dombos agar lebih mengoptimalkan potensi dombos, pada kontes domba Wonosobo, di lapangan desa Butuh, Kalikajar Sabtu (28/9/2019). (Foto Pemkab Wonosobo)

Wonosobo – Dombos yang merupakan kambing jenis texel khas Wonosobo, mempunyai potensi besar untuk menjadi ternak unggulan di Wonosobo. Hal ini dikarenakan dombos yang semula hanya dimanfaatkan untuk daging maupun bulunya saja, juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo, ketika membuka kontes domba Wonosobo di lapangan Desa Butuh, Kalikajar, Sabtu (28/9) juga menyampaikan besarnya peluang bagi peternak dombos. Ia mengatakan bahwa setiap peternak perlu bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dapat mengoptimalkan potensi dombos.

“Gandeng OPD dan stakeholder terkait lainnya untuk meningkatkan kemanfaatan Dombos ini, sehingga nantinya dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga masyarakat,” ucap Andang, dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

Andang juga menambahkan, Wonosobo dapat menjadi pusat peternakan dombos yang bisa dipasarkan secara global. Hal ini didukung dengan struktur geografis Wonosobo yang sangat cocok untuk dombos. Selain itu, dari segi iklim juga sangat mendukung ketersediaan pangan bagi dombos.

“OPD terkait juga semaksimal mungkin melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peternak dombos sehingga nantinya akan muncul dombos unggulan yang dapat bersaing di pasar global,” tambah Andang.

Senada dengan Sekda, Camat Kalikajar, Bambang Triyono juga menyebut potensi dombos di Wilayah Kalikajar saat ini sangat bagus. Bambang juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan strategi demi kemajuan sektor peternakan dombos di Kalikajar.

“Selain pertanian sayuran, kopi dan perkebunan tanaman keras, Wilayah atas Kalikajar seperti Desa Butuh ini sangat memungkinkan untuk budidaya Dombos,” tandas Bambang.

Peternakan Tunjang Perekonomian

Potensi peternakan dombos di Wonosobo merupakan salah satu dari sekian banyaknya potensi peternakan di Indonesia. Tentunya apabila potensi-potensi tersebut terus digali dan dioptimalkan, tidak hanya akan meningkatkan ekonomi peternak, namun juga dapat meningkatkan perekonomian negara.

Sulistyati (2011), dalam artikel Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba memaparkan, pendekatan pemberdayaan pada peternak dilakukan agar mereka mampu menganalisis masalah dan peluang yang ada, serta mencari sumber daya yang dimiliki.

Ia menambahkan upaya pemberdayaan peternak dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Meningkatnya kualitas sumber daya, akan berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas produk yang dihasilkan, sehingga potensi pasar peternakan akan meluas dan mampu menunjang perekonomian daerah hingga negara.

Hal serupa juga diungkapkan Dwiyanto (2005), dalam artikel Prospek dan Arah Pengembangan Komoditas Peternakan: Unggas, Sapi, dan Kambing-Domba. Ia menjelaskan bahwa usaha peternakan di Indonesia mempunyai prospek yang sangat baik, karena permintaan produk ternak terus meningkat. Hal ini seirama dengan pertambahan penduduk dan perkembangan perekonomian nasional. Selain hal itu, tingginya permintaan produk ternak disebabkan oleh kebutuhan pangan asal ternak bagi masyarakat yang terus meningkat.

Melalui fakta-fakta tersebut, sangat layak apabila sektor peternakan sangat berpotensi mengembangkan perekonomian. Untuk itu perlu lagi dimaksimalkan potensi-potensi peternakan yang ada. Nantinya, melalui peternakan tidak hanya perekonomian peternak, daerah, bahkan perekonomian negara akan meningkat pesat.

Add Comment