Gali Potensi Siswa, SMA 1 Mojotengah Gelar Festival Jati Diri

Pengawas SMA Cabang Dinas Wilayah IX Jawa Tengah, Danang Kusumanto, tengah melihat salah satu stand kuliner Festival Jati Diri, yang diselenggarakan di SMA 1 Mojotengah, pada Kamis (24/10/2019). (Foto Pemkab Wonosobo)

Wonosobo – SMA 1 Mojotengah menggelar even kreatif bertajuk Festival Jati Diri, dalam upaya untuk menggali potensi siswa. Pada even yang dilaksanakan pada, Kamis (24/10/2019) tersebut, ditampilkan bermacam-macam kegiatan seperti, senam massal, gerak dan lagu, baca puisi, speech contest, hingga kuliner. Kegiatan-kegiatan yang diusung disesuaikan dengan potensi-potensi yang dimiliki siswa.

Kepala SMA 1 Mojotengah, Heri Pujiyanto mengungkapkan, Festival Jati Diri merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi ciri khas SMA Mojotengah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi warga sekolah dan sebagai representasi sekolah yang berbudaya.

“Tahun ini dinamakan Festival Jati Diri, karena Jati diri itu merupakan identitas segala hal yang ada dalam diri kita,” ujar Heri dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

Dari kegiatan tersebut, Heri juga berharap para siswa terlatih untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di luar bidang akademik. Pada festival kuliner contohnya, Heri menyebut para siswa mesti memulai dari perencanaan, pengolahan bahan, hingga sampai pada pemasaran produk mereka sendiri ke lingkungan sekolah.

Selain untuk mengasah potensi siswanya, festival tersebut diadakan guna memperingati Hari Sumpah Pemuda. Hal itu mendapat apresiasi dari dari Pengawas SMA Cabang Dinas Wilayah IX Jawa Tengah, Danang Kusumanto. Danang mengatakan, Festival Jati Diri dapat dijadikan momen untuk memupuk jiwa nasionalisme serta kewirausahaan siswa.

“Adanya berbagai kegiatan dalam rangka Sumpah Pemuda, diharapkan bisa memupuk jiwa nasionalisme serta kewirausahaan siswa sebagai bekal di masa depan sehingga peringatan Sumpah Pemuda ini bisa mencapai tujuannya yaitu untuk meningkatkan sportivitas, kreativitas serta mengobarkan jiwa nasionalisme siswa,’’ pungkas Danang.

Potensi Siswa Perlu Digali

Even bertajuk Festival Jati Diri merupakan terobosan dari SMA 1 Mojotengah, guna mengasah potensi siswanya. Tidak dapat dipungkiri, sekolah sebagai tempat belajar tidak harus selalu berkutat di bidang akademis, melainkan juga di bidang non akademis. Pada kegiatan tersebut, selain untuk menggali potensi, minat, dan bakat, tentunya juga agar siswa dapat menemukan jati diri mereka.

Hal serupa juga dijelaskan Aghni (2016) dalam artikel Pengembangan Materi Mengenai Pengembangan Diri (Minat Bakat), yang menjelaskan bahwa siswa berhak mendapat suasana belajar dan proses pembelajaran guna mengembangkan potensi dirinya. Ia menambahkan, perlunya pengembangan diri dalam materi ajar di sekolah. Pengembang diri yang dimaksud adalah ajang mengembangkan bakat atau potensi yang dimiliki siswa, merupakan bagian esensial dan program khusus untuk memberikan arahanyang berkaitan dengan praktek pendidikan khusus.

Begitu pula dengan artikel dari Kurniawan (2010) yang berjudul Ekstra Kurikuler Sebagai Wahana Pembentukan Karakter Siswa di Lingkungan Pendidikan Sekolah. Kurniawan memaparkan pendidikan di sekolah harus mampu menggali kecerdasan, keterampilan, pengembangan potensi diri dan sikap bertanggung jawab, cerdas serta kreatif.

Ia menjelaskan perlunya kegiatan non akademik yang dapat mengasah potensi siswa, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler di luar mata pelajaran dapatmembantu pengembangan potensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat mereka. Harapannya, melalui penggalian potensi diri bagi siswa, akan memudahkan mereka untuk menemukan jati dirinya.

Add Comment