Jalin Kedekatan dengan Masyarakat, Bupati Adakan Tilik Desa

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, bersama dengan masyarakat tengah memantau kondisi saluran air Si Geblok di Dusun Lempong, pada Jum’at (8/11/2019). (Foto Pemkab Wonosobo)

KALIERANG, Selomerto – Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupaya guna menjalin kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah melalui kegiatan Tilik Desa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bupati dan jajarannya itu memilih wilayah Kecamatan Selomerto, tepatnya di Desa Kalierang.

Kegiatan yang dilakukan pada Jum’at (8/11/2019) diperuntukkan guna memantau saluran air Si Geblok di Dusun Lempong. Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, mengungkapkan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kegiatan ini harus kita lakukan untuk melihat langsung bagaimana kondisi warga masyarakat di wilayah, bukan hanya di lihat difoto saja namun kami harus bertemu mereka dalam kebersamaan”, terang Bupati dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

Eko juga menyampaikan kepada masyarakat agar terus menggiatkan gotong royong demi menjalin dan menjaga kebersamaan antar warga. Terkait saluran air Si Geblok Bupati meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, agar menjaga dan merawat saluran air ini agar bersih dan sehat serta bebas dari sampah.

“Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran kita terhadap lingkungan, hilangkan kebiasaan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai atau saluran ini, karena sampah yang menumpuk akan mengakibatkan tersumbatnya aliran air, dan pasti mengakibatkan banjir jika musim hujan telah tiba”, pungkasnya.

Upaya Untuk Lestarikan Gotong Royong

Selain guna menjalin kedekatan Pemkab Wonosobo dengan masyarakat, Tilik Desa merupakan salah satu upaya untuk tetap melestarikan budaya gotong royong. Budaya gotong royong memang sangat akrab di dalam kehidupan masyarakat, terutama masyarakat desa. Oleh karena itu melalui Tilik Desa, Bupati Wonosobo berharap agar masyarakat terus membuat budaya gotong royong tetap hidup di era globalisasi ini.

Hal serupa juga diungkapkan Irfan (2017) dalam artikel Metamorfosis Gotong Royong dalam Pandangan Konstruksi Sosial. Ia mengungkapkan bahwa gotong royong ini sesungguhnya bukan hal baru dalam peradaban manusia. Pada dasarnya manusia sesuai dengan fitrahnya merupakan makhluk sosial yang tidak biasa hidup sendiri melainkan membutuhkan pertolongan orang lain. Oleh sebab itu di dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerjasama dan sikap gotong royong dalam menyelesaikan segala permasalahan. Oleh karena itu, menurutnya budaya gotong royong perlu dilestarikan agar tidak terkikis oleh majunya peradaban.

Sementara Effendi (2013) dalam artikel Budaya Gotong-Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini memaparkan bahwa gotong royong merupakan hasil perasaan dari nilai-nilai dalam pancasila. Namun, ia menilai bahwa gotong royong dewasa ini telah mengalami perubahan dan semakin lemah dalam penerapannya di masyarakat. Menurutnya, perubahan yang terjadi dikarenakan kuatnya tekanan dari luar, terutama ideologi liberal yang berdasarkan individualis. Oleh karena itu, perlu lagi digalakkan budaya gotong royong di Indonesia, baik melalui pemerintah, masyarakat, ataupun kerja sama keduannya.

Add Comment