Masuk Tiga Besar, Pemkab Berharap Desa Panerusan Jadi yang Terbaik

Tim verifikator dari Provinsi Jateng ketika melakukan verikasi untuk telusur berbagai data dan profil di Desa Panerusan, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (30/10/2019). (Foto Pemkab Wonosobo)

PANERUSAN, Wadaslintang – Desa Panerusan, Kecamatan Wadaslintang, masuk tiga besar dalam Implementasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan tim verifikator dari Provinsi Jateng ketika melakukan verikasi untuk telusur berbagai data dan profil yang telah dikirimkan dari Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (30/10/2019).

Masuknya Desa Panerusan dalam 3 besar tidaklah mengagetkan, pasalnya Kabupaten Wonosobo pernah meraih predikat terbaik, bahkan sebelumnya secara beruntun diraih pada tahun 2007 sampai dengan 2015 lalu.

Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPP&PA) Kabupaten Wonosobo, Junaedi, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari keseriusan Pemkab Wonosobo. Program peningkatan kualitas hidup serta perlindungan anak dan perempuan, khususnya di bidang kesehatan selalu dijalankan Pemkab Wonosobo

“Seperti pencegahan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara, pembinaan lokasi Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi (KSIB) serta penyusunan dan pembuatan dokumen/instrumen data pendukung program GSIB,” jelas Junaedi dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga tidak lepas dari penerapan strategi “Pengarusutamaan Gender”. Strategi tersebut dilakukan agar mampu memberikan akses yang adil bagi perempuan dan laki-laki dalam berpartisipasi, melakukan kontrol, dan mendapatkan manfaat pembangunan.

Libatkan Peran Masyarakat

Junaedi juga mengungkapkan bahwa pembinaan GSIB dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah. Melalui pembinaan itu, akan menguatkan kerja sama pemerintah pusat, kecamatan, dan pmerintah desa.

“Khusus untuk pembinaan GSIB di wilayah, bertujuan untuk menguatkan komitmen pemerintah Kecamatan dan pemerintah Desa dalam pengelolaan program GSIB,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, melalui pembinaan ini dapat meningkatkan peran masyarakat untuk turut serta dalam hal kesehatan ibu dan anak. Tidak hanya melalui keluarga, namun juga pihak-pihak lain seperti tokoh agama turut menjadi sasaran pembinaan tersebut.

“Pembinaan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam urusan kesehatan ibu dan anak, menumbuhkan kepedulian tokoh agama dan masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan peran dan fungsi Satgas GSIB Kecamatan dan Desa,” pungkas Junaedi.

Add Comment