“Sobo Kolam Susu” Aplikasi Pelayanan Sanitasi dan Penyediaan Air Minum

Peresmian aplikasi “Sobo Kolam Susu” oleh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, pada acara Seminar dan Expo Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri, di Gedung Adipura Kencana, Rabu (6/11/2019). (Foto Pemkab Wonosobo)

Wonosobo – Pemkab Wonosobo resmi luncurkan aplikasi “Sobo Kolam Susu”, yang mengusung Wonosobo Berkolaborasi untuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Untuk Semua. Aplikasi tersebut sebagai bentuk untuk mengukuhkan Satgas Sanitasi Kabupaten Wonosobo.

Aplikasi Sobo Kolam Susu sendiri adalah aplikasi berbasis web dan android yang digunakan untuk melakukan pendataan pelaporan dan kolaborasi dalam rangka percepatan pencapaian pelayanan sanitasi dan PAM.

Fitur Sobo Kolam Susu antara lain, data aksi, data air limbah, data air minum, laporan dan peta. Data aksi berisi form data entry berbasis nomor KK yang terintegrasi dengan data kependudukan Disdukcapil. Sementara data air limbah dan data air minum, berisi form data entry pendataan layanan sanitasi dan air minum berbasis data aksi dan geolocation.

Aplikasi tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, pada acara Seminar dan Expo Kolaborasi Sanitasi Merawat Negeri yang digelar di Gedung Adipura Kencana, Rabu (6/11/2019). Pada peresmian itu, ia menjelaskan tujuan diluncurkannya aplikasi Sobo Kolam Susu.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun visi bersama antar stakeholder dalam rangka percepatan pencapaian layanan sanitasi 100% dari kondisi eksiting yang masih relatif rendah dan dengan adanya berbagai keterbatasan baik dana maupun SDM,” terang Agus dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

Pentingnya Sanitasi

Aplikasi Sobo Kolam Susu yang dirilis oleh Pemkab Wonosobo membuktikan pentingnya sanitasi untuk terus diperhatikan. Sanitasi sangat berkaitan dengan kesehatan. Oleh karena itu, banyak upaya perlu dilakukan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Upaya-upaya yang dapat dilakukn seperti peningkatan akses sanitasi, melakukan edukasi dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, melakukan koordinasi, dan lain sebagainya.

Pentingnya sanitasi juga dijelaskan oleh Mirza (2014) dalam artikel “Hygiene Sanitasi Dan Jumlah Coliform Air Minum”. Ia memaparkan jumlah penyediaan air selalu meningkat sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf kehidupan. Di sisi lain menjamurnya depot minum isi ulang tidak diimbangi dengan perijinan pembinaan pengawasan dan peredarannya. Dampaknya adalah rendahnya jaminan kualitas air minum yang buruk. Oleh karena itu, mengingat pentingnya kebersihan dan kualitas air diperlukan regulasi dan pengawasan agar kondisi kualitas air terjamin dan tidak berpotensi menimbulkan kerugian bagi kesehatan.

Sementara Gunawan (2006) dalam artikel Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sanitasi Berbasis Masyarakat, mengungkapkan penanganan dan pengendalian sanitasi akan menjadi semakin kompleks. Hal tersebut diakibatkan oleh semakin bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, perkembangan permukiman perumahan penduduk, menyempitnya lahan yang tersedia untuk perumahan, keterbatasan lahan untuk pembuatan fasilitas sanitasi seperti MCK, cubluk, septic tank dan bidang resapannya serta tidak tersedianya alokasi dana pemerintah untuk penyediaan sarana dan prasarana sanitasi, hal-hal inilah yang menyebabkan kondisi sanitasi lingkungan semakin memburuk.

Maka dari itu perlu penanganan khusus dari pihak terkait. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mesti bersinergi guna menemukan solusi-solusi seperti pengelolaan fasilitas sanitasi, sosialisasi, atau bahkan pembuatan aplikasi guna memudahkan dan mengedukasi perihal sanitasi.

Add Comment