The Art Performance 2019, Ajang Mahasiswa Salurkan Bakat

Penampilan mahasiswa pada The Art Performance 2019 yang diselenggarakan di auditorium Aula Al- A’la UNSIQ Wonosobo, pada Selasa, (28-10-2019). (Foto UNSIQ Wonosobo)

Wonosobo – The Art Performance 2019 yang bertemakan The Sense of Culture kembali diadakan Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo, pada Selasa, (28-10-2019). Kegiatan tersebut merupakan ajang mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan minat mereka.

Mahasiswa sekaligus ketua panitia, Rio mengungkapka bahwa The Art Performance 2019 merupakan kegiatan tahunan yang digelar Fakultas Bahasa Dan Sastra UNSIQ Wonosobo guna mewadahi kreativitas mahasiswa.

“The Art Performance 2019 ini bertujuan menjadi wadah menyalurkan bakat dan minat bagi para mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Bahasa Dan Sastra”, tutur Rio dalam lana resmi UNSIQ Wonosobo.

Meskipun diadakan oleh Fakultas Bahasa Dan Sastra, dalam kegiatan tersebut mahasiswa fakultas lain boleh turut serta berpartisipasi. The Art Performance 2019 tidak hanya menampilkan kretivitas mahasiswa, namun juga diadakan seminar dan talkshow yang mendatangkan narasumber langsung dari Denmark.

Aulia, salah satu mahasiswa dan juga peserta kegiatan tersebut, berharap agar The Art Performance terus diadakan tiap tahunnya. “Harapannya kegiatan ini terus digalakkan dan juga harus semakin meriah untuk setiap tahunnya,” ujar Aulia.

Sementara Okti, mahasiswa Prodi Sastra Inggris mengaku mendapat banyak pengalaman dari kegiatan tersebut.

“Menurutku banyak pengalaman yang didapat dari kegiatan ini. Mulai dari perlombaan, kita bisa mencari tahu makna kekompakan, belajar berkreasi dan menyalurkan bakat. Adanya seminar dan talk show yang mendatangkan narasumber dari negara lain juga bisa membuat kita mengenal budaya dari negara lain,” pungkas Okti.

Soft Skill Mahasiswa Juga Perlu Diasah

Ajang The Art Performance 2019 yang dilakukan UNSIQ Wonosobo merupakan wadah kreativitas mahasiswa, di mana mereka bisa menyalurkan bakat dan minat mereka secara kreatif. Hal tersebut tentu cukup baik, mengingat fokus mahasiswa tidaklah melulu mengenai akademik. Bidang lain yang juga harus diasah adalah kreativitas dan softskill mereka.

Hal juga dipaparkan Hariadi (2009) dalam artikel Soft Skill dan Program Kreativitas Mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa dunia industri membutuhkan lulusan yang “high competence”, yaitu mereka yang memiliki kemampuan dalam aspek teknis dan sikap yang baik. Oleh sebab itu softs kill mahasiswa perlu dikembangkan. Ia menjelaskan, soft skill merupakan ketrampilan seseorang dalam berhubunga dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri).

Menurutnya, mahasiswa harus mengembangkan nilai-nilai seperti motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter, dan sikap. Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill, apapun posisi karyawannya. Maka dari itu, akademik bukanlah satu-satunya fokus bagi mahasiswa, mereka perlu mengasah softs skill guna menghadapi dunia kerja.

Add Comment