Bupati Beri Bantuan Sembako Kepada Pengurus PCNU

Penyerahan bantuan sembako oleh Bupati Wonosobo kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). (Foto: Pemkab Wonosobo)

Wonosobo – Bupati serahkan bantuan sembako kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo, berupa 75 kantong beras seberat 10 kg dan 30 kardus berisi mie instan untuk membantu pencegahan dan penanganan Covid-19 di Wonosobo, bertempat di pendopo Bupati, Rabu (8/4/20).

Saat menyerahkan bantuan, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, menyampaikan bahwa bantuan yang tidak seberapa ini semoga bisa bermanfaat bagi teman teman di PCNU.

“Terkait pendistribusiannya atau mau diberikan kepada siapa yang berhak menerimanya, saya serahkan semua kepada PCNU,” ungkap Eko Purnomo dalam laman resmi Pemkab Wonosobo.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada jajaran PCNU Kabupaten Wonosobo yang telah membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, dan semoga musibah Covid-19 ini segera bisa berlalu,” tambah Eko Purnomo.

Akan Didistribusikan

Sementara itu, Musodik, yang mewakili pengurus PCNU Kabupaten Wonosobo saat menerima bantuan, menyampaikan bahwa bantuan yang diterima ini nantinya akan didistribusikan untuk para satgas-satgas PCNU Wonosobo yang kurang mampu.

“Bantuan ini akan diserahkan kepada para satgas dari PCNU Wonosobo, yang selama ini telah ikut berpartisipasi dalam menangani Covid-19 di Wonosobo,” ungkap Musodik.

Musodik juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan juga telah dilaksanakan oleh PCNU Kabupaten Wonosobo, seperti instruksi dari PBNU bahwa kita diminta untuk bersama-sama menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah sesuai arahan dari Pemerintah, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Selain itu PCNU juga mendapat bantuan disinfektan sebanyak 1000 liter dari pengusaha. Disinfektan tersebut lalu dibagikan kepada semua ranting di Wonosobo untuk disemprotkan.

Terkait soal pelaksanaan Sholat Jum’at, Musodik, juga menyampaikan bahwa PCNU melaksanakan sesuai arahan dari MUI untuk tidak melaksanakan Sholat Jum’at.

“Tapi kadang di tingkat bawah masih muncul keresahan tentang sholat jum’at. Oleh karena itu PCNU menghimbau bagi yang tetap melaksanakan Sholat Jum’at agar menggunakan protap yang ada, seperti jarak shouf yang renggang, jamaah Sholat Jum’at juga harus memakai masker, dan masjid menyediakan alat bersih-bersih seperti sabun cuci tangan, selain itu masjid yang berada di tepi jalan dan tetap melaksanakan Sholat Jum’at agar menutup masjid dari jamaah luar maupun lain desa,” pungkas Musodik.

Add Comment